ARTIKEL

Walking - Walking to Neraka

Posted by yeti on December 15, 2009 at 11:46 PM
Walking - Walking to Neraka

     Matahari bersinar terang, angin berhembus sepoi - sepoi. Suasana sangat nyaman dan terasa menyejukkan hati. Pak Ahmad seperti biasa menjalankan rutinitas pekerjaannya sebagai pedagang profesional dalam segala hal. Baik kejujurannya maupun kualitas barangnya. Menjelang sore pak Ahmad pulang kerumah dengan membawa untung yang lumayan juga mendapatkan banyak pesanan, untuk esok harinya. Pak Ahmad pulang kerumah, sesampai dirumah disambut hangat oleh keluarganya. Istrinya yaitu bu Khotijah telah menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan sang suami tercinta.
    "Assalamualaikum Wr. Wb. wahai rembulanku" dijawab dengan bergegas keluar untuk membukakan pintu. "Waalaikum salam Wr. Wb, suamiku. Bagaimana keadaan dirimu, aku sudah menyiapkan makan, air hangat untuk mandi dan juga baju." "Alhamdulillah istriku, hari ini daganganku habis dan besok banyak pesanan". "Alhamdulillahirobbilalamin, jangan lupa sedekahnya yang suamiku". kata sang istri Hotijah kepada suaminya. "oh ya don't worry istriku, aku udah menyiapkannya dan tolong nanti engkau yang memberikannya pada keluarga sifulan ya". Jawab Pak Ahmad kepada istrinya. "oke" jawab Hotijah.
     Selesai sholat isya' Hotijah mengantarkan amanah dari suaminya kepada keluarga si Fulan. Karena capeknya, sudah seharian Pak Ahmad berdagang, dia sudah tidur setelah sholat isya' karena biasanya dia terbangun pada tengah malam untuk sholat tahajut. Ditengah - tengah tidurnya, pada pertengahan malam Pak Ahmad terbangun seolah - olah ada yang membangunkannya. Ternyata ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Setelah dibuka ternyata ada seorang laki - laki yang sangat tampan. Laki - laki tersebut mengajak Pak Ahmad untuk jalan - jalan. Seperti dihipnotis Pak Ahmad mau diajak jalan - jalan oleh laki - laki yang belum dikenalnya tersebut.
     Laki - laki tersebut menyuruh Pak Ahmad untuk memejamkan matanya. Dan laki - laki itu berpesan kepada Pak Ahmad, bahwa tidak boleh membuka mata sebelum disuruh oleh laki - laki tsb. Setelah beberapa saat, laki - laki itu menyuruh Pak Ahmad untuk membuka matanya. Dan Pak Ahmad sangat terkejut sekali didepan matanya melihat pemandangan yang sangat mengerikan sekali. Ada seorang wanita yang tua renta dan badannya sudah sangat bongkok, berjalan tertatih - tatih. Kemudian Pak Ahmad bertanya kepada laki - laki tadi. "Siapakah dia Mr. misterius?" "Oh itu si Bumi, dia memang sudah sangat tua sekali". Kemudian terlihat juga ada seorang laki - laki yang sedang memanen padinya. Dan anehnya padi sudah dipotong langsung tumbuh lagi padi yang baru yang siap panen, begitu seterusnya. Kemudian Pak Ahmad bertanya "Siapakah dia dan apa maksudnya semua itu ?" kemudian laki - laki itu menjawab :"dia adalah orang yang semasa hidupnya selalu beramal jariyah dan hanya karena Alloh SWT. Dan tak kalah mengerikannya, ada seorang wanita yang rambutnya digantung kemudian seluruh bagian tubuhnya juga digantung. Kemudian Pak Ahmad juga bertanya. Jawab laki - laki itu " oh itu adalah wanita yang selalu mengumbar auratnya, dan tidak pernah menutup auratnya kayak anak - anak sekarang tuh". jawab laki - laki tersebut. Wah merinding bulu roma Pak Ahmad mendengar jawaban dari laki - laki. Ada orang yang diseterika tubuhnya, (menggambarkan orang yang suka makan harta anak yatim), adapula orang yang kemaluannya dimasuki besi panas (menggambarkan orang yang suka free seks), dan pertanyaan terakhir yang diajukan oleh Pak Ahmad adalah "Mr. kenapa kok banyak orang perempuannya tadi tu?" jawab mr. misterius " yang pak karena yang paling mudah dan suka ngegosip tuh kaum perempuan dan mereka mudah sekali berbuat dosa." Setelah menjawab seperti itu Pak Ahmad disuruh merem lagi kemudian diajak pulang. Dan sebelum subuh udah nyampek dirumahnya. Pak Ahmad kemudian terbangun dan menceritakan hal tsb kepada istrinya, dan orang - orang yang terpercaya. Ternyata itu adalah sekilas info kehidupan yang ada diakherat alias kampung neraka. Naudzu billahi mindzalik. Ya Alloh lindungilah kami dari godaan syetan yang terkutuk, kami tidak ingin jadi teman syetan dineraka. Amin........................ (from mrs. rini's)

Categories: Cerpen, Artikel Guru, Majalah Siswa

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

1 Comment

Reply AbdulCholiq
12:15 PM on December 22, 2009 
hiii .... fear, may be a learning and education for us all