|
|
PATUNG

Temuan patung-patung ini sebagian ada yang rusak di makan umur, patung tersebut terbuat dari batu putih yang mengandung kapur / batu padat dari lava dan juga dari tanah liat. Patung tersebut pembuatanya bersamaan dengan pembuatan candi di tempat itu juga.
Di pusat kota terdapat pohon beringin, berdasarkan kepercayaan lama pohon ini sebagai tempat pemujaan. Berdasarkan hasil penelitian sumber-sumber yang ada di klenteng banyuwangi yang membangun kota macan putih para tukangnya berasal dari cina, apakah kampung cungking sekarang yang berada di area komplek dalam tembok keliling macan putih ada hubunganya dengan pemukiman para tukang yang berasal dari cina. Selain itu, yang mengasuh Mas Purbo yang benama Eman Cino berasal dari daerah cungking.
Lebih lanjut, apakah dari cungking yang berpusat ada di macan putih, kemudian keturunan-keturunannya membuat cungking baru yang ada di kota banyuwangi, ada juga nama cungkingan di daerah badean kecamatan kabat. Disamping itu, ada juga nama kopen cungking di kecamatan glagah. Keterkaitan banyaknya nama cungking yang ada di banyuwangi, perlu ada penelitian lagi yang mendalam. Sebaliknya apakah cungking induk yang berasal dari cungking yang berada di kelurahan mojo panggung kabupaten banyuwangi dengan situs buyut cungking (Ki Bagus Wongso Karyo) guru spiritual Prabu Tawang Alun II menyebar ke daerah cungking yang lain.

Bayu pelajar SMA 1 GIRI kelas XII IPS 1 bersama Tim peneliti situs macan putih yang berjumlah 39 siswa telah bekerja keras menemukan sisa-sisa penemuan benteng. Penelitian ini di bimbing Bapak Suhalik yang bekerjasama dengan forum peduli sejarah Tawang Alun yang dipimpin oleh Bapak Joko sastro menemukan sisa-sisa batu bata bangunan benteng pintu gerbang kota macan putih.
Temuan batu bata ini ada dua jenis ukuran:
1. Tebal 10 cm 2. Tebal 10 cm
Lebar 19 cm Lebar 20 cm
Panjang 45 cm Panjang 40 cm
Sebaiknya, temuan ini di tindak lanjuti oleh instansi yang terkait, terutama lembaga arkeologi nasional untuk mengadakan ekskavasi merokontruksi keberadaan situs kota macan putih sebagai pusat kejayaan kerajaan Blambangan yang berada di Desa Macan Putih Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi. Sehubungan sebagian besar situs yang berada di areal persawahan, kebun, dan pemukiman penduduk adalah milik rakyat. Maka yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah diantaranya membebaskan terlebih dahulu tanah milik rakyat dengan ganti untung yang tidak merugikan masyarakat setempat. Setelah itu bangunlah pusat informasi Blambangan untuk kegiatan ilmian dan pariwisata.
Pengembangan pusat informasi blambangan ini sangat penting. Sebagai alternatif untuk mendapatkan sumber devisa pemerintah daerah maupun pusat. Disaat sumber daya alam kita mulai habis seperti minyak bumi dan hutan. Disamping itu, pengembangan pusat informasi Blambangan yang berda di Desa Macan Putih Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi menjadi penting artinya bagi kebanggaan generasi muda dan rakyat Banyuwangi umumnya
Categories: Artikel Ilmiah
The words you entered did not match the given text. Please try again.
Oops!
Oops, you forgot something.